Sunday, November 27, 2016

Lensa Kontak ala Lee Sung Kyung! Newlook Charm Brown


DESCRIPTION
NewLook
Charm 3 Tone Color Lens
Size: 14.2 mm
Durability: 3 months usage
Price: 40.000 rupiah


Happy Sunday! Setelah hampir setahun nggak pernah pakai lensa kontak, beberapa waktu lalu aku coba pakai kontak lensa lagi karena waktu itu mau pergi ke Singapur. Haha. Niat banget ya. Terus karena temenku merekomendasikan tempat beli lensa kontak gitu di daerah rumahnya jadi pas aku mampir ke sana aku coba juga beli di situ.

Alasan lainnya kenapa aku pakai lensa kontak lagi adalah karena lagi suka banget sama warna matanya Lee Sung Kyung!!  Iyaa Lee Sung Kyung yang brand ambassador Laneige dan lagi sering banget muncul di mana-mana ituu! Matanya bagus banget kan? Ehm, walaupun, warna mata dia asli sih bukan karena pakai lensa kontak. Hehe. Tapi suka banget lihatnya, jadilah aku cari-cari lensa kontak yang warnanya mirip-mirip.

image taken from here


Pas masuk toko super bingung harus beli yang mana. Mungkin mas mas tokonya mikir aku anak abg yang baru pertama kali mau coba pakai lensa kontak kali ya hehe, soalnya kan aku cuma dikasih katalog, terus untuk lihat sampel barang aslinya aku rada rempong gitu bulak-balik minta tolong ambilin sama mas mas-nya. Sedangkan pembeli lain tuh udah nggak liat sampel lagi langsung sebut merk & tipenya. Yah, paling sesekali liat katalog buat liat ada brand apa aja.

Setelah bulak-balik liat katalog, ujung-ujungnya saya ambil Newlook lagi Newlook lagi, saudara-saudara. Haha. Tapi beda sih, waktu itu kan coba Newlook Wonder yang cuma 1 warna, nah berhubung pengen warna ala Lee Sung Kyung, aku ambil Newlook Charm warna Brown.


Untuk seri Charm, merk Newlook punya 4 warna yaitu brown, green, blue & grey. Awalnya aku galau antara green atau brown karena kalau dilihat-lihat, warna matanya Sung Kyung itu ada hijau-hijaunya. Tapi aku takut hijaunya Newlook Charm terlalu dominan, akhirnya aku pilih yang brown aja.


image taken from here


Warna Newlook Charm Brown ini menurutku masih natural sih pas dipakai di mata. Ehm, ini menurutku yah. Karena ada beberapa temanku yang bilang warna brown ini lumayan terang, tapi beberapa juga bilang warnanya biasa aja dan terlalu natural. Jadi kalau dibilang natural atau enggak itu nggak bisa jadi patokan karena pendapat "natural" orang beda-beda.



Yang pasti dia warnanya memang agak honey brown yang sedikiiit kuning. Tapi karena pigmen warna di lensa kontaknya lembut dan nggak kereng, jadi membaur dengan warna mata banget dan hasil ketika dipakai dipengaruhi warna asli mata kita. Di mataku yang warna aslinya gelap, dia jadi nggak terlalu terang. Kurang lebih seperti ini hasilnya jika dipakai:

foto di depan jedela dengan cahaya matahari terang


foto kiri: dalam ruangan dengan lampu berwarna kuning temaram
foto kanan: dalam ruangan dengan posisi agak di depan lampu


Gimana? Keliatan nggak? Maapin ya fotonya nggak hi-res karena diambil dengan kamera handphone. Foto yang kedua juga cahayanya memang rada kurang bagus karena fotonya di dalam coffe shop yang lampunya di-setting biar berasa cozy gitu alias temaram. Dan keliatan nggak sih kalau di tempat yang nggak terlalu terang hasilnya dark brown banget. Tapi masih keliatan warnanya beda sama warna mata asli aku. Dan lagi karena diameternya cuma 14.2 mm, jadi lensa kontak ini nggak signifikan membesarkan mata kita. Aku merasa dia cuma sedikiiiiit lebih besar dari ukuran mata asliku.

Selain karena warna, alasan ke-100 lainnya yang bikin aku pilih lensa kontak merk Newlook adalah udah teruji kenyamanannya di mataku. Newlook ini salah satu lensa kontak yang nggak bikin migrain aku kambuh karena matanya capek walaupun dipakai lebih dari 6 jam. Tapi memang kalau lebih dari 8 jam keatas itu udah mulai pegel sih matanya, cuma nggak sampai bikin merah sakit banget gitu. Masih  bisa ditahan, lah. Jangan lupa tetesin mata-nya pakai tetes mata khusus biar tetap lembap, ya. :)

Terakhir, ngomongin helaian lensanya, aku nggak merasa kesulitan sih untuk lepas pasang lensa kontak ini. Menurutku helaiannya pas ketebalannya nggak terlalu kaku dan terlalu lembut. Paling terkendala di bedain depan belakang karena warna depan belakang mirip banget! Kalau kamu kesulitan juga kayak aku, coba deh bedain dengan cara ini.

Overall, untuk harga 40.000 rupiah (aku beli di agen grosir) dengan masa pakai 3 bulan menurutku nggak mahal sama sekali. Malah aku ngerasanya nggak sia-sia karena biasanya lensa kontak udah mulai berasa nggak nyaman di bulan ke-2 atau ke-3, jadi kalau masa pakainya 1 tahun agak mubazir buat aku. Lensa kontak dari Newlook memang rekomen sekali sih untuk seri Wonder ataupun Charm.

Semoga review ini membantu, ya. See you on my next post!



Sunday, October 23, 2016

Ready for a Cashless Community

Hi, happy Sunday! Jaman sekarang siapa yang nggak tiap hari mantengin layar smartphone untuk buka social media dan portal site (termasuk blog ini) hehehe. Gapapa aku juga gitu kok. Itu tandanya kamu anak kekinian :p. Ternyata, bukan cuma media digital aja, lho yang makin marak belakangan ini. Sadar nggak sadar, era sekarang kita memang segala sesuatu udah serba digital. Bahkan uang pun udah digital alias cashless. Bayar bis pakai kartu, naik ojek bayar pakai transfer kredit, belanja pakai debit atau tranfer antar rekening, iya nggak?


Sekedar info, bank di Indonesia memang sedang menggencarkan fasilitas non tunai mereka, lho. Termasuk bank yang aku pakai, yaitu Bank BCA. Udah tau belum kalau tahun 2014 lalu, Bank Indonesia membuat Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT)? Jadi, kedepannya diharapkan masyarakat mengurangi jumlah transaksi dengan uang tunai atau istilah kerennya itu adalah "Less Cash Society". Keuntungannya? Karena uang elektronik nggak mudah dipindahtangan, sehingga meminimalisir kerugian akibat pencurian, kerugian akibat masalah uang palsu juga menurun dan penghematan anggaran cetak & penerbitan uang untuk pemerintah. Banyak kan keuntungannya? :)

Aku sendiri excited dan welcome banget sama keputusan ini karena selain keuntungan yang udah disebutkan di atas, sekarang aku bisa pakai sling bag yang kekinian itu karena nggak perlu lagi bawa dompet 2 (dompet kertas, kartu dan dompet koin). Yay!!!

Eh tapi, di Indonesia kan masih serba tradisional, ya.. susah nggak sih untuk mulai cashless gitu? Hmm, sebenarnya nggak susah sih, walaupun belum banyak, tapi banyak penjual yang sudah menyediakan pembayaran secara eletronik seperti bus APTB sekarang juga udah non-tunal, terus kalau acara bazaar-bazaar gitu juga biasanya udah punya mesin pembayaran secara non-tunai.

Beberapa tips aku seputar pembayaran non tunai:
- Cashless bukan berarti nggak bawa cash sama sekali. Tetap siapkan beberapa uang kecil untuk kebutuhan mendadak, yah.
- Pisahkan dompet kartu terutama untuk pembayaran sarana transportasi agar mudah dijangkau.
- Simpan semua struk pembelanjaan dengan rapi, ini berguna untuk penghitungan pengeluaran kamu di akhir bulan.
- Sering-sering cek promo yang sedang berlangsung untuk transaksi non-tunai. Lumayan tambah hemat.
- Pilih bank yang sudah diterima di banyak toko/merchant.

Nah, untuk point terakhir, jika bilang cashless, pastinya cukup banyak bergantung sama fasilitas perbankan, dong ya.. Harus pintar-pintar cari yang sesuai dengan kebutuhan kita. Alhamdulillah Bank BCA yang aku pakai ini bisa dibilang sangat mendukung Gerakan Nasional Non Tunai. Selain kartu debitnya bisa dipakai di banyak tempat, BCA juga mengeluarkan banyak fasilitas non tunai antara lain: DUITT, KlikBCA, mBCA, kartu Flazz, atau yang paling terbaru itu adalah SAKUKU!

Beberapa fitur 'cashless' Bank BCA yang paling sering aku gunakan:

1. Pay with a click!
Fasilitas non tunai Bank BCA sendiri yang paling sering aku pakai adalah KlikBCA yaitu fasilitas internet banking. Jujur aja semenjak punya KeyBCA, aku jadi jarang banget ke ATM. KeyBCA ini memudahkan hidupku banget!! (Yang belum punya internet banking, you must try to have one! :D) Untuk transportasi sendiri aku sehari-hari pakai fasilitas pembayaran non tunai ojek online jadi tiap awal bulan tinggal transfer sesuai kebutuhan. Bayar tagihan juga tinggal transfer. Pokoknya semua serba transfer, deh. Hehe. Senangnya pakai fasilitas transfer di Bank BCA adalah minimal transfer antar Bank BCA cuma Rp10.000. Iyaaaa cuma sepuluh ribu rupiah aja. Dan aku punya pengalaman super random yang beneran kejadian dan untungnya tertolong dengan fasilitas minimal transfer Rp10.000 ini.

Sedikit cerita, waktu itu aku belanja baju online, aku udah deal dan udah dikasih totalan harga yang harus dibayar tapi baru sempat melakukan transfer beberapa jam kemudian. Setelah transfer aku kabari seller-nya, dan tetiba seller-nya bilang kalau salah satu baju yang aku pesan sudah sold out! Artinya aku harus ganti dengan baju lain dengan harga yang sama atau dengan baju lain dengan harga yang lebih tinggi dan transfer kekurangannya. Waktu itu aku coba cari baju dengan harga yang sama tapi susah banget! Ini beneran kejadian dan memang absurd banget dan jujur aku agak kesel. Akhirnya ada satu baju yang aku suka tapi beda harga sekitar belasan ribu. But thanks God di BCA minimal transfernya Rp10.000 jadi aku bisa langsung transfer kekurangannya dan perkara selesai. Bantu banget!



2. Cukup bawa kartu, semua terbantu.
Sekarang kan lagi tren pakai sling bag yang unyu-unyu kecil gitu, ya. Aku juga nggak mau ketinggalan dong, tapi karena aku orangnya rempong biasanya aku bawa tas besar dengan dompet yang besar juga. Nah, asiknya "Less Cash Society" ini, karena semua serba digital, aku cukup bawa kartu-kartu aja. Nggak ada lagi masalah bawa dua dompet kertas dan dompet koin. Aku juga pernah sharing pengalamanku pakai tas kecil lho di Instagram:

Yay udah hari Sabtu lagi aja. ✨✨ Biasanya kalau jalan-jalan pas weekend aku lebih suka bawa tas kecil dengan isi yang lebih ringkas. Yang penting sih ada: ✅ Kartu ATM buat belanja pake debit, ambil uang tunai atau yang lebih urgent: isi pulsa! ✅ KTP untuk urusan esensial 😁 ✅ Uang tunai untuk bayar angkot hehe. Dan uangnya bener-bener digelar gitu aja di tas tanpa dompet biar makin hemat tempat ✅ Token sebenernya optional, kadang aku bawa untuk transaksi kalau lagi enggak ada ATM ✅ Handphone karena aku tak bisa hidup tanpanya ✅ Makeup jikalau ada yang butuh di touch up 💋 Udah segitu aja. Kadang suka bawa tas besar dengan isi banyak sih (seperti payung, parfum, tissue dll), cuma aku inget pengalamannya kak Diana Rikasari yang awalnya juga nggak biasa pakai tas kecil karena selalu bawa banyak barang. Tapi ternyata kalau dibiasain, bawa barang sedikit dan yang penting-penting seperti kartu ATM aja tuh udah cukup banget. Baiknya juga tas kecil gini lebih ramah sama pundak. Kamu punya pemikiran yang sama? Share juga yuk isi tas kamu. @GoodLifeBCA @bblog_id #InovasiBCA #Apaisitasku
A photo posted by Dilla (@dillafdiah) on


Aku cuma butuh bawa KTP, Kartu Flazz, Paspor BCA, KeyBCA dan sedikit uang aja kalau tetiba butuh naik angkot.

Selain itu salah satu rutinitas 'cashless' aku yang selalu dilakukan setiap bulan salah satunya juga adalah belanja bulanan. Tau sendiri kan kalau belanja bulanan itu barang yang dibeli banyak, uang yang dibutuhkan juga cukup banyak. Dengan memakai kartu Paspor BCA sebagai debit, proses pembayaran juga jadi lebih aman karena aku nggak perlu bawa uang tunai banyak-banyak. Kalau lagi travelling juga bisa belanja cashless dengan kartu kredit BCA seperti pengalamannya ka Dinda di sini.

3. Tarik Tunai dengan Smartphone.
Ini masih baru banget dan aku masih coba-coba sih, tapi semenjak baca artikel tentang fitur SAKUKU di blog temanku di sini, kelihatannya kok menarik banget. SAKUKU ini bisa jadi pengganti kartu Flazz atau kartu debit dan memang itu fitur utama yang aku pakai banget. Karena aku orangnya pelupa apalagi kalau abis ganti-ganti tas, aku tetap bisa tarik tunai ataupun belanja di merchant yang terdaftar telah bekerja sama dengan fitur SAKUKU walaupun nggak bawa Paspor BCA ataupun kartu Flazz. Yang penting punya nomor telepon dan aktifkan SAKUKU Plus di cabang BCA terdekat. Mudah banget.



Now I am ready to join the cashless community! Semenjak lebih sedikit menggunakan uang tunai, sekarang aku jadi jarang 'jajan-jajan' kecil yang nggak terlalu penting, nggak perlu bulak-balik bank tukar uang receh dan suka dapat diskon juga dari poin transaksi ataupun discount langsung untuk transaksi non-tunai. Menguntungkan banget.

Kamu ada pengalaman menarik juga dengan fitur-fitur bank BCA? Yuk ikutan My BCA Experience Blog Competition karena ada hadiah menarik yang bisa kita menangin. Info klik banner di bawah ini, ya. Good luck for us!

Sunday, October 2, 2016

Review Erhair Scalp Care Shampoo Untuk Masalah Dermatitis Seboroik

Akhirnyaa aku berhasil menghabiskan shampoo Innisfree yang aku review di sini. Karena ukurannya cukup besar, 300 ml, jadi agak lama untuk menghabiskan secara tuntas hingga tetes terakhir. Tapi sebelum shampoo Innisfre habis, aku udah cari-cari review shampoo lain nih, dan dalam wishlist ku ada Erhair Scalp Care Shampoo dan Sebamed Shampoo karena nggak sengaja lihat review mba Ike Yurissa di Instagram. Selain itu aku juga sempet ngincer The Bath Box shampoo karena bahannya natural. But anyway, hari ini aku mau buat review Erhair Scalp Care Shampoo dulu yaaah.


DESCRIPTION
erhair
Scalp Care Shampoo
Size: 100 ml
Price: 50.000 rupiah

Erhair Scalp Care Shampoo ini adalah produk dari klinik Erha. Si shampoo ini masuk golongan produk yang dijual bebas alias nggak perlu resep dari dokter klinik Erha kalau mau beli shampoo ini. Walaupun begitu, semua rangkaian Erhair shampoo ini menurutku masih tergolong "produk klinik" karena targetnya memang untuk rambut yang bermasalah seperti gatal, ketombe, rambut rontok, atau rambut yang sudah mature. Jadi kalau rambutnya nggak ada masalah yang parah menurutku pakai shampoo yang tersedia di supermarket sudah cukup.


Karena aku sendiri punya masalah rambut yaitu rambut berminyak, gatal, berketombe dan rontok, dan sudah lelah mencoba beragam jenis shampoo yang tersedia di supermarket, akhirnya aku memutuskan untuk coba shampoo Erhair ini. Sebenarnya aku juga ingin coba shampoo dari Sebamed karena sama-sama shampoo rekomendasi dokter, tapi karena Erhair ini harganya sedikit lebih murah dan berkat iklan Erha Clinic yang super besar dan terpampang nyata di Kota Kasablanka (yang 'terpaksa' aku lihat setiap pulang kerja), akhirnya aku pilih shampoo Erhair ini ketimbang shampoo dari Sebamed. Selain itu, temanku juga ada cerita kalau dia sempat mengalami problem ketombe yang lumayan mengganggu, akhirnya dia memeriksakan masalahnya ke Erha Clinic dan masalahnya teratasi. Aku pikir mungkin aja masalahku sama kayak dia dan cocok juga pakai produknya Erhair.

Hahaha panjang ya ceritanya bisa sampai pakai produk ini.

Aku sebenarnya baru pakai Erhair Scalp Care Shampoo ini sekitar 5x ketika post ini ditulis dan menurutku masih kurang lama untuk bisa buat review. Tapi karena aku sukaaaaa sekali sama hasilnya, jadinya aku tulis sekarang dan akan aku update nanti kalau-kalau ternyata aku jadi nggak suka lagi sama produk ini.

[deskripsi depan]

Jadi, Erhair Scalp Care Shampoo ini ditujukan untuk orang-orang yang mengalami masalah di kulit kepala dan ketombe. Shampoo ini juga bisa mengatasi masalah Dermatitis Seboroik. Apa itu? Menurut artikel di www.alodokter.com, "Dermatitis Seboroik adalah penyakit kulit yang biasanya menjangkiti kulit kepala dan area tubuh yang berminyak, seperti punggung, wajah, serta dada bagian atas. Pada kulit kepala, penyakit ini menyebabkan kulit berwarna merah, berketombe, dan bersisik". Nah, pas banget sama masalah di kulit kepalaku yang cepet berminyak dan berketombe.


Shampoo ini mengandung Climbazole dan Piroctone Olamine untuk mengatasi ketombe, serta Aloe Vera fan Pro-vitamin B5 untuk memberikan efek segar di kulit kepala.


First impressions: baunya nggak sukaaa! Kurang seger menurutku. Agak mirip bau shampoo di hotel-hotel (maklum anaknya biasa pake shampoo yang mure). Untuk busa sih banyak ya nggak susah juga dibuat foammy. Tapi pas aku pakai, kok nggak terasa dingin-dingin gitu ya? Padahal katanya ada "cool sensation". Mungkin kulit kepalaku udah kebal karena kemarin pakai shampoo Innisfree yang super dingin. Oh iya, shampoo ini juga harus didiamkan selama 1 menit sebelum dibilas.

Ya, impression pas keramas sih biasa aja, tapi setelah beberapa kali pakai, rambutku jadi lebih lembap dan 'bouncy' banget. Rambutku juga bentuknya lebih nurut dan lurus. Suka banget-banget!! Tapi, bukan berarti rambutku jadi sebagus Raline Syah ya haha, setidaknya untuk ukuran shampoo anti ketombe, Erhair Scalp Care Shampoo ini nggak bikin rambutku super kering. Padahal biasanya shampoo anti ketombe yang harus didiamkan sebelum dibilas seperti shampoo Selsun, efeknya bikin rambutku super kering kayak ijuk. Cuma karena mikir yang penting ketombe hilang, aku cuek aja sama efek keringnya dan sekarang menemukan shampoo Erhair yang nggak bikin kering ini udah kayak keajaiban~~~~~~ *lebay*

Soal ketahanan sampai rambut kembali butuh dikeramasi, aku biasanya 2-3 hari. Jadi hari Senin keramas, Rabu aku udah harus keramas lagi. Atau maksimal Kamis udah harus banget keramas. Sejauh ini kalau jeda keramas cuma 2 hari sekali, kulit kepala nggak terlalu terasa gatal. Melihat udara Jakarta yang lagi hot-hot-nya, wajar sih kalau harus keramas 2 hari sekali.

Oke, sebelum postingan kali ini semakin panjang, aku mau sudahi dulu. Intinya aku suka banget sama Erhair Scalp Care Shampoo dan rekomendasiin jika kamu punya masalah kulit kepala yang gatal dan susah cari shampoo yang cocok di supermarket. Untuk harga sendiri Erhair Scalp Care Shampoo ini nggak terlalu mahal. Cuma ukurannya memang sedikit kecil cuma 100 ml. Kalau nggak salah ada ukurannya besarnya juga cuma aku lupa berapa ml.




Tuesday, September 27, 2016

My Long Lasting Daily Makeup ft. PIXY Two Way Cake Cover Smooth


Namanya kerja di Media, pasti udah familiar banget sama wajah-wajah berkulit halus ala supermodel. Suka ngiri sih makanya pas aku coba kamera super canggih punya teman kantor yang bikin wajahku super fotogenik (lihat foto di bawah), aku kepengen banget karena bikin wajahku halus tanpa edit apa-apa (sampai nabung dengan giat karena harganya yang lumayan mahal).

Keduanya foto ini no edit dan no filter.
Kiri: lensa zoom, kanan: lensa syantik

Tapi... kenapa kita harus terobsesi punya hasil foto yang bagus kalau kita bisa punya 'wajah photogenic' in real life. Yap, karena sebagus apapun foto, pasti lebih enak kalau nggak cuma photogenic di foto tapi juga aslinya, ya nggak? Wanita Jepang walaupun addicted banget sama Purikura, tapi tetap menyukai wajah asli mereka dan mempercantiknya dengan memakai makeup yang tepat.

Makanya pas aku baca blog post dari Aprie tentang event PIXY Two Way Cake Cover Smooth Launch and Blogger Gathering, aku jadi excited! Karena katanya di event tersebut Mikha Tambayong bilang produk terbaru PIXY ini punya hasil yang ringan dan memberikan efek auto-fokus sehingga wajahnya siap difoto kapan aja. Makeup tampak licin dan halus 10 jam! Huhu menarik banget ya.

Apalagi brand PIXY memang udah terkenal di Indonesia jadi nggak perlu takut soal aman atau enggaknya. Sedikit informasi, Mandom Corporation adalah perusahaan asli Jepang yang memproduksi beberapa brand di seluruh dunia. Nah, PIXY adalah salah satu brand untuk Indonesia dengan lisensi langsung dari Mandom Beauty Tokyo.  Tau kan kualitas produk-produk Jepang juara banget?! Selain diformulasi oleh Mandom Beauty Tokyo dengan inspirasi gaya wanita Tokyo yang modern dan kawaii, produk PIXY juga disesuaikan dengan kondisi di Indonesia, lho. Harganya juga terjangkau. Jadi yang suka gaya-gaya natural ala Jepang, produk PIXY ini cocok banget.




Gayanya Mikha kawaii banget ya~ Mikha ini brand ambassador barunya PIXY, lho yang akan nemenin Citra Kirana. Berdua memang lebih baik :)).

Back to review, jadi setelah baca-baca info seputar PIXY Two Way Cake Cover Smooth, akhirnya aku beli dan coba.
Beli di mana dan harganya berapa? Aku belinya via online di salah satu toko kosmetik di Bandung, karena waktu itu cari-cari di supermarket deket rumah PIXY TWC Cover Smooth ini belum masuk. Jadi kalau kalian mau beli bisa coba cari di toko kosmetik di Pasar Baru. Atau, aku rekomendasiin beli online di Jopankar Kosmetik (facebook). Harganya termasuk terjangkau kok, untuk refill harganya 27.000 rupiah aja, sedangkan kemasan besar cuma 43.000 rupiah dengan warna putih biru plus desain emboss dan printing bunga yang feminin dan cantik. Nggak lupa disebut, kacanya besar banget! Enak dipake! <3





Pilihan warnanya? PIXY TWC Cover Smooth ini ada 4 warna yang kulihat rata-rata yellow undertone. Aku sendiri pilih yang 04 Natural Peach karena wajahku nggak putih-putih banget, hehe. Kalau kamu warna kulitnya agak putih aku saranin coba yang Natural Cream atau White Ochre, sedangkan kalau wajahnya lebih gelap dari aku, bisa coba Light Caramel. Dari pilihan warna sih menurutku cukup lengkap dan sesuai sama warna kulit wanita Asia. Kalau kamu termasuk 'one-of-a-kind' yang undertone-nya lebih ke pink, aku saranin coba warna Pink Cream.


Photo credit to Facebook Jopankar Kosmetik
Warnanya rata-rata yellow undertone kecuali shade Pink Cream

First impression, hidung aku langsung bekerja, pas di snif-snif memang ada wangi bunga yang agak kuat. Di hidungku nggak mengganggu, tapi ada beberapa orang yang kurang suka dengan wangi-wangian mungkin bisa coba di cium-cium dulu testernya sebelum beli. Pas pertama kali terima produk ini, aku nggak sabar pengen coba. Sampai akhirnya langsung pakai saat itu juga di wajah polos tanpa pelembap, primer, bb cream atau concealer hehe (karena memang lagi di rumah dan nggak mau kemana-mana, tapi udah mandi kok). Hasilnya memang ada efek menyamarkan pori-pori sehingga terlihat 'halus' dan 'licin'. Dari segi tekstur sendiri agak sheer dan warnanya nggak terlalu pekat walaupun udah aku oles berulang kali. Menurutku ini bagus karena nggak kelihatan medok ketika dipakai. Dan setelah coba beberapa kali, ternyata PIXY TWC Cover Smooth ini jadi Beauty Essential aku sehari-hari! :D


So, this is my everyday look with PIXY TWC Cover Smooth. Yap aku nggak pernah pakai makeup yang macem-macem kalau sehari-hari yang penting kulit kece semua sudah terasa sempurna paripurna. Hehe.

My daily makeup with PIXY Two Way Cake Cover Smooth. Before-after.


6 hal yang aku suka dari PIXY TWC Cover Smooth:

1. "Auto Fokus" yang bikin makeup tampak licin dan halus bener terbukti.
Seperti yang aku bilang saat aku coba pertama kali tanpa alas apapun, PIXY TWC Cover Smooth ini memang membuat wajah halus dan licin. Nggak super drastis kayak pakai photoshop, tapi keliatan kan pori-pori aku tertutup dan warna kulit jadi lebih rata? Walaupun menurutku warna produk ini agak transparan, tapi punya kemampuan 'blurring effect' yang kuat.

Before - after on very bare skin.
No moisturizer, primer, foundation, concealer, etc.

2. Mengandung Natural Whitening Powder dan derivat Vitamin C.
Dari foto diatas, kelihatan nggak selain meratakan warna kulit, PIXY TWC Cover Smooth ini juga membuat wajahku lebih cerah karena ada Natural Whitening Powder dan Vitamin C.

3. Punya perlindungan SPF 30 PA+++.
Penting banget! Karena moisturizer-ku nggak ada kandungan SPF-nya, jadi biasanya aku pilih alas bedak yang ada SPF-nya.

4. Cocok untuk tipe kulitku yang kering karena mengandung squalane oil.
Biasanya kenapa aku pilih tipe foundation yang cair daripada powder karena kulitku yang kering. Bahkan cream concealer juga suka patchy dan pecah dikulitku. PIXY TWC Cover Smooth ini ada squalane oil-nya jadi walaupun bentuknya powder tapi nggak patchy di kulit.

5. Nggak membuat jerawatan atau komedoan.
Di kemasan memang tertulis sudah teruji secara klinis dan alhamdulillah produk ini nggak bikin wajahku alergi yang artinya formulanya cocok untuk kulitku. Tapi aku selalu bersihkan dengan double cleansing karena produk ini termasuk kategori Two Way Cake, apalagi dia formulanya tahan lama.

6. Tahan lama sampai 10 jam.
Pas aku tes buat sehari-hari, makeup ku dengan PIXY Two Way Cake Cover Smooth ini memang tahan lama, lho. Ini barbuknya:
- Jam 08.48 pagi foto di kamar karena baru selesai dandan & mau cus berangkat ke kantor pakai ojek! Matahari pun udah mulai terik & hari Senin pula pasti macet. Kita lihat ya bisa tahan nggak nih makeup di jawahku.
- Jam 13.21 siang aku coba foto di depan kaca yang besar dengan cahaya matahari yang terang. Ternyata makeup wajahku masih oke dan nggak meleleh walaupun tadi naik ojek panas-panasan. No touch up kecuali lipstick!
- Jam 18.22 malam, aku foto lagi di ruangan yang sama tempat aku foto di siang hari, tapi minus cahaya matahari yang udah nggak ada. Wajahku masih oke lhooooo! (walaupun agak lelah mukanya hehe). Agak sedikit berminyak kalau dipegang tapi nggak ganggu sama sekali minyaknya. Again, no touch up!!

Tapi.... tahan lama banget ya produknya? Aman nggak?
Aman kok, PIXY Two Way Cake Cover Smooth ini memang mempunyai formula "Beauty Lock" jadi makeup kita tetap awet dan halus hingga 10 jam. Sudah teruji secara klinis!

Test ketahanan 10 jam. No edit yah~
Foto diambil pukul 08.48 - 13.21 - 18.22.

Untuk sehari-hari sih aku biasa aplikasiin cuma dengan spons kering yang udah tersedia karena aku pengen tampilan yang natural. Tapi kalau baca di kemasan, produk ini juga bisa dipakai dengan spons yang dibasahin untuk daya tutup yang lebih flawless walaupun aku belum pernah coba dengan cara itu hehe.

Komposisi lengkap PIXY Two Way Cake Cover Smooth.
Suka deh karena Titanium Dioxide ada di urutan keempat yang artinya perlindungan UV-nya maksimal :))

[BONUS TIPS!!] Two Way Cake kan biasanya punya hasil yang matte yah. Nah, kalau lagi kepengen gaya makeup yang agak dewy-dewy gitu bisa juga nih pakai PIXY Two Way Cake Cover Smooth. Tapi, setelah bedaknya dipakai, aku akan semprot PIXY Aqua-Beauty Protecting Mist sebanyak 4x dengan jarak 10 cm dari wajah biar merata dan halus. Bukan cuma dewy, tapi wajah juga jadi seger!!


Hope you enjoy reading and find this review helpful. I try to explain as detail as I can. Let me know if you try this PIXY Two Way Cake Cover Smooth after reading this review, ya. Share juga pengalaman kamu di blog sambil ikutan kompetisi PIXY ini, yuk. Click banner below for more information. Good luck for us!! :)

 Artikel di blog ini dibuat untuk mengikuti #CoverSmoothBlogCompetition
Artikel di blog ini dibuat untuk mengikuti #CoverSmoothBlogCompetition


Monday, September 12, 2016

Chit Chat: What I Watch Recently

Seharusnya, postingan yang tayang saat ini adalah review Erhair Shampoo yang udah aku tulis. Tapi berhubung fotonya belum siap dan aku sudah lama kepengen sharing soal "What I watch recently", jadinya aku pending dulu. So here they are...

1. Joankeem
Aku masukkan favoritku ke list paling pertama, dan di nomor paling atas ada Joankeem! Kalau kalian lihat Instagramku, aku pernah posting foto Joan untuk postingan Women Crush Wednesday karena aku suka banget sama video-videonya dia. Joan ini kayaknya orangnya terstruktur banget jadi review atau videonya menurutku infomatif dan bermanfaat (?). Sebenernya kontennya standar sih kayak beauty Youtubers lainnya: review, makeup tutorial, haul dll. Tapi, di era yang Youtubers dimana-mana kontennya sudah penuh dengan endorse atau iklan, aku makin pilih-pilih dan Joan ini salah satu yang review-nya menurutku masih jujur banget.
Bukan berarti dia nggak ada yang endorse, tapi dia sendiri bilang kalau dia pilih-pilih hanya produk yang bener-bener dia pengen coba dan udah dia research terlebih dahulu sebelum terima produk tersebut. Jadi dia biasanya coba sampai produknya habis dan baru kasih ulasannya di video dengan tema empties. Dia juga sering banget ulang-ulang nyebutin kalau dia suka banget sama satu produk di video-videonya. Mungkin untuk sebagian orang bosen karena produknya itu-itu aja. Tapi menurutku review-nya jadi jujur karena dia beneran suka dan pengen rekomendasiin produk itu.
Selain review, aku juga suka banget lihat vlog-nya dia yang rata-rata coba beragam cafe dan belanja kosmetik di Korea.


2. HanYooRa
Udahlah kalau nonton vlog-nya Yoo Ra biasanya aku ngakak melulu apalagi kalau dia udah ngomong sama bonekanya (Kosong). Bahkan vlog singkat dan sederhana pas dia iseng face swap-an sama foto-foto selebriti juga lucu. Dia anaknya nggak ada malunya banget. Untuk video review-nya dia aku biasa aja sih, karena hampir mirip iklan hehe. Tapi vlog-nya bener-bener menghibur banget. Salah satu favoritku adalah video Draw My Life. Sedih :').


3. Molitalin
Diurutan ketiga, ada Molita Lin! Sama seperti Joan, Molita ini menurutku review-nya jujur dan cara penyampaiannya tuh enak banget. Kalau dia nggak suka dengan salah satu produk sponsor, dia pasti bilang kalau dia memang nggak suka tapi dengan cara yang halus. Hahaha boring banget ya deskripsinya. Satu lagi yang aku suka adalah gaya makeupnya Molita yang natural dan kebanyakan pakai drugstore brand yang terjangkau. Oh iya logatnya Molita juga khas dari daerah lho (gemez).


4. Sunnydahye
Aku udah lama subscribe Youtube Channel-nya Sunny, tapi baru belakangan ini aku lihat lagi haha. Alasannya, karena Sunny sering bikin vlog bareng Joan dan video bareng Yoo Ra hehehe.. Tapi Sunny ini update banget sama produk kosmetik Korea yang baru rilis jadi lumayan nambah referensi juga. Dia ada video "Tasting Indonesian Food" bareng beberapa Youtubers dan itu lucu banget :').


5. Korean Drama Two Worlds
Why I watch this? It's all because of Lee Jong Suk!!! Dia itu aktor favorit aku banget jadi semua dramanya dia harus aku lihat sampai tamat (kecuali Face Reader). Nggak heran aku harus lihat drama ini juga karena ini drama comeback-nya dia setelah rehat selama satu tahun T_T.
Dari segi cerita, fresh banget karena ceritanya bukan cinta segitiga kayak drama Korea kebanyakan, melainkan lebih ke cerita fantasi. Jujur aja alurnya agak membingungkan tapi endingnya nggak ketebak bakal happy atau sad bahkan setelah nonton episode 15.

Yap, segitu aja rekomendasi aku. Sampai jumpa di post selanjutnya!


Sunday, September 11, 2016

Unboxing "Romantic" E-Commerce Asmaraku.com

Hola! Happy long weekend dan selamat merayakan Idul Adha nanti.

Kalau long weekend gini karena banyak nganggur, rata-rata pasti suka menjelajah online store kan. Pas lebaran kemarin, aku sendiri kerjaannya megang handphoneeee terus dan window shopping. Tapi kecewa sih karena nggak bisa belanja juga karena tokonya pada libur lebaran. Giliran lagi libur dan ada waktu buat shopping, tokonya malah pada tutup. :') Nasib.......

Terkadang juga aku suka bete kalau belanja online pas weekend terutama hari Sabtu, karena biasanya barangnya lama sampe, bisa hari Selasa atau Rabu baru sampai ditangan karena prosesnya yang panjang dan kepotong libur hari Minggu. Nah, makanya kali ini aku mau buat post tentang unboxing lagi di online store yang barangnya cepet banget sampainya!


Asmaraku.com. Namanya unik yah. Aku sendiri awalnya nggak 'ngeh kalau ini adalah e-commerce. Awalnya aku pikir semacam website matchmaker gitu. Hehehehe. Tapi pas diperkenalkan ternyata Asmaraku.com ini adalah e-commerce dengan tema "Romantic" alias isinya adalah produk-produk yang kita butuhkan untuk selalu tampil kece dan menyenangkan hati pasangan. Mulai dari kecantikan sampai kado untuk pasangan (bunga asli atau coklat) juga ada. E-commerce ini memang targetnya adalah konsumen berumur 18+.

Karena Asmaraku.com ini basisnya website, jadi semua dilakukan dengan sistem. Mulai dari pemesanan hingga konfirmasi pembayaran. Aku pesan hari Sabtu pagi di website mereka dan langsung melakukan pembayaran saat itu juga dengan e-banking, lalu konfirmasi pembayaran via email, kemudian konfirmasi pembayaran dibalas oleh tim asmaraku dalam beberapa jam dan transaksi selesai! Bisa dibilang cukup cepat sih. Hal yang membuat aku cukup surprise adalah............ Senin pagi aku diberikan konfirmasi via SMS oleh Ninja Van bahwa paket sedang dikirim dan sorenya paket pesananku pun tiba!


Aku jujur aja kaget karena pengalaman aku, kalau order saat weekend di e-commerce lain, biasanya hari Senin konfirmasi pembayaran aku baru diterima, kemudian dilakukan packing, hari Selasa baru dikirim, sampai ditanganku paling kalau nggak Selasa atau Rabu. Yap, pokoknya kaget dan seneng dengan proses pengiriman yang cepat di Asmaraku.com. Gimana soal packingnya? Lihat foto-foto dibawah ini, yuk.







Packingnya sendiri kardus coklat yang polos banget. Ini sesuai sih sama konsep Asmaraku.com yang menjaga kerahasiaan pesanan setiap customer. Jadi beli barang apapun nggak akan ketahuan sama orang lain. Tapi misalnya ciwi-ciwi suka packaging-nya yang fancy ataupun pengen kelihatan lebih syantik karena buat kado, pas check out ada pilihan mau pakai bungkus biasa atau pakai kotak khusus dengan penambahan biaya sebesar 40.000 rupiah.

Untuk keamanan  kondisi barang, kardus pembungkusnya tebal dan kelihatannya nggak gampang rusak kalau ketusuk-tusuk saat pengiriman. Tapi sayangnya dia nggak pakai bubble wrap, tapi cuma dibungkus dengan amplop coklat lagi. Ini nggak tau untuk semua barang atau karena barangku tipenya nggak mudah pecah.

Sebagai informasi tambahan, Asmaraku.com ini juga punya banyak pilihan cara pengiriman barang. Yang aku pilih untuk transaksi saat ini adalah Regular Shipping (tapi seperti yang tadi aku bilang, sampainya tetep cepet banget!). Selain Regular Shipping, Asmaraku.com juga punya pilihan pengiriman Same Day Delivery yang metodenya mirip-mirip anter pakai ojek online gitu di hari itu juga kamu bisa terima barangnya. Kemudian kalau misalnya kita bingung karena lagi diluar rumah terus dan takut pas kurir datang nggak ada orang dirumah, atau rumah kita alamatnya agak sulit dijangkau kurir dan pesanan sering nyasar, kita bisa pakai pilihan Kirim Ke Gerai Seven Eleven terdekat jadi nanti paketnya dikirim ke gerai Seven Eleven pilihan kita, nanti kita tinggal ambil di sana. Cukup memudahkan banget sih menurutku. Masih banyak juga metode lainnya yang nggak aku tulis di sini hehe jadi langsung cek Asmaraku.com aja yah.

Kesimpulannya:
+ Pengiriman cepet banget bahkan untuk Regular Shipping
+ Packing oke dan rapi
- Konfirmasi pembayaran belum otomatis & belum bisa konfirm via website (harus kirim email)
- Nggak pakai bubble wrap

Ada coupon code potongan 50.000 rupiah dari Asmaraku.com yang bisa kamu pakai setiap pembelanjaan nominal 200.000 rupiah dengan kode: AFFDILLA50


Semoga review online store sekaligus unboxing ini bermanfaat ya. Review & unboxing lainnya segera meluncur! C u!



Sunday, September 4, 2016

Affordable Anti Aging Mask: Innisfree Capsule Recipe Pack Review


Sudah awal bulan lagi ya cepet banget. Sebentar lagi udah mau 2017 aja. Anyway, mumpung hari Minggu, enaknya kita bahas masker karena biasanya aku selalu luangin waktu di hari Sabtu atau Minggu buat eksfoliasi wajah dan pakai masker karena hampir setiap hari wajah kena makeup jadi kasian kalau nggak dikasih perawatan lebih di akhir pekan.

Sebenernya aku jarang bahas masker di blog karena aku selalu mikir masker ya sama aja efeknya nggak terlalu kelihatan secara permanen karena cuma dipakai seminggu sekali. Tapi ternyata kemarin aku baru coba masker Innisfree Volcanic Pore Clay Mask dan nggak cocok dengan kulitku. Dia bukannya membuat kulit terasa halus, tapi justru seperti menyumbat pori-pori dan bikin wajahku nggak terasa halus. Cukup aneh sih dan itu pertama kalinya ada masker bikin wajahku kasar. Jadi sekarang aku mau review masker yang unik ini dan cocok di kulit wajahku.


DESCRIPTION
Innisfree
Capsule Recipe Pack
Seaweed (Anti Aging)
Harga 25.000 rupiah @ Hermo.co.id
Isi 10 ml

"A self-warming mask that removes dead skin cells using heat and microfine scrub granules"

Awalnya aku nggak gitu tertarik dengan Innisfree Capsule Recipe Pack ini karena aku pikir satu kemasan cuma bisa dipakai sekali aja dan harganya lumayan mahal 25.000 kalau untuk sekali pakai. Tapi kemarin aku dapat ini dari paket Hermo jadi bisa cobain :p. Kebetulan aku dapatknya yang varian Seaweed. Ada 12 varian yang bisa dipilih sesuai kebutuhan kulit masing-masing. Untuk yang Seaweed ini fungsinya adalah dalam jangka panjang, membuat kulit halus dan menyamarkan kerutan di wajah. Dia akan membantu proses regenerasi kulit jadi kulit lebih cerah dan awet muda.




Teksturnya seperti selai cair berwarna hijau lumut. Nggak lengket seperti madu, justru agak licin seperti jel. Aku pakainya selalu tipis-tipis karena kalau ketebelan nanti susah dibilas. Oh iya di website-nya juga ditulis kalau masker ini mengandung butiran halus untuk scrubbing, tapi karena terlalu halus jadi hampir nggak kerasa hehe. 

Pas pertama kali pakai aku kaget banget karena baunya cukup kuat dan aku kurang suka, :( aku nggak bisa deskripsikan baunya tapi entah kenapa aku keingetan bau minyak wangi jadul. Agak spicy dan nggak seger gitu. Random banget, tapi beneran baunya sampai sekarang sudah beberapa kali pakai masih terasa menganggu.

Setelah didiamkan selama beberapa menit, masker ini akan bereaksi dan membuat wajah kita terasa hangat. Mungkin seperti Garnier Pure Self Heating Mask kalau kamu ada yang pernah coba. Ada beberapa temanku yang suka dengan Garnier Mask yang aku bilang tadi, jadi mungkin mereka akan juga suka dengan masker Innisfree Capsule Recipe Pack Seaweed ini. Tapi aku pribadi nggak suka dengan efek menghangatkannya karena di Jakarta sudah cukup panas dan aku masker ini bikin udara terasa makin panas >.<. Jadi selain baunya, aku juga kurang suka dengan efek menghangatkannya.


Tapi dibalik semua kekurangan yang aku sebutkan sebelumnya, Innisfree Capsule Recipe Pack Seaweed ini cocok dengan kulitku dan nggak membuat kulitku terasa kasar. Kulitku juga lumayan cerah setelah maskeran. Jadi, dibalik bau dan efek menghangatkan yang kurang menyenangkan ketika dipakai, masker ini punya hasil yang oke setelahnya. Istilahnya itu: "beauty is pain" kalau lagi pakai masker ini. :') Untuk efek menghaluskan kerutan aku nggak lihat perubahan signifikan setelah beberapa kali pakai. Kulitku belum ada kerutan dan mungkin harus dipakai rutin selama beberapa bulan baru kelihatan banget hasilnya. Secara keseluruhan aku kasih nilai 5! Aku pribadi nggak akan beli lagi yang varian Seaweed, tapi aku pengen coba varian lainnya. Mungkin yang Strawberry atau Green Tea?

Untuk harga 25.000 rupiah juga menurutku nggak mahal, karena walaupun ukurannya kecil, Innisfree Capsule Recipe Pack ini bisa dipakai berkali-kali (mungkin sampai 5-8x) karena pakainya cukup sedikit aja biar nggak susah dibilas. Di kemasannya juga didesain untuk bisa ditutup lagi walaupun kurang kencang sih tutupnya jadi harus hati-hati simpannya biar nggak tumpah.